27 Mar No Comments mamukismuntoro BLOG

 

Anda tidak sedang sendiri saat merasa buntu dengan gagasan cerita untuk sebuah proyek personal . Banyak pencerita, termasuk saya mengalami hal yang sama jika…

Jika saya atau anda masih ribet dengan kegiatan lain dan tidak punya waktu untuk menemui orang-orang berilmu serta menyempatkan diri untuk membaca. Untuk yang pertama bisa berarti dalam banyak hal. Ngopi bareng teman dan ngobrol tentang sekitar, berkegiatan dalam komunitas, mengikuti kajian atau diskusi apa saja serta sekadar bertegur sapa dengan orang-orang yang tidak anda kenal sebelumnya. Lalu soal membaca, tentu saja bisa berarti membaca dalam berbagai konteks juga. Membaca buku, majalah, komik, novel, berita atau apa saja yang anda sempat baca atau suka. Membaca bisa juga berarti proses melihat dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekitar. Adakah yang menarik dan penting untuk dimengerti.

Hal di atas bukan rumusan satu-satunya. Hanya saja, kita semua setuju bahwa inspirasi tidak datang dari langit. Berbincang dengan banyak orang tentang berbagai hal, lalu mengisi pikiran dengan menambah ingatan dan pengetahuan umum atau sastra adalah salah satu jalan mengundang langit menurunkan sekantong gagasan. Mengapa sekantong? Sedikit sekali. Ya, sekantong saja cukup. Karena jika segudang akan berpotensi sia-sia. Alih-alih akan dikerjakan semua, paling banter akan memilih berteman dengan banyak alasan untuk menunda segudang gagasan itu.

Kita selalu kesulitan untuk merumuskan atau mendefinisikan apa itu cerita, secara sederhana. Apa sih yang mereka, para fotografer hebat itu cari? Bagaimana mereka memilih cerita yang baru, menarik, relevan atau penting ? Mengapa sesuatu yang jadi cerita besar pada satu waktu dapat dilupakan di waktu lain. Adakah kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi apa itu cerita ?

Ini bukan contoh absolut, hanya saja, saya mengenal betul kinerja mereka. Contoh pertama, Romi Perbawa , Surabaya, sehari-hari adalah wirausahawan yang menggemari foto dokumenter, bukan orang yang bekerja secara khusus di bidang fotografi atau media. Namun fotografi dengan sangat baik dia gunakan untuk menyampaikan pandangannya tentang joki cilik di Sumbawa. Puluhan fotografer profesional telah berhasil membuat foto-foto tentang joki cilik, namun hanya sedikit yang berhasil memikat banyak orang dan dunia, Joki Cilik (Riders of Destiny) karya Romi Perbawa salah satunya.

Dalam konteks long term project Romi banyak datang untuk menggali cerita, bahkan dari berbagai sumber di luar arena joki. Riset kecil seperti bertemu budayawan lokal dan akademisi dia lakukan untuk memastikan jalan cerita dan akurasi ceritanya. Romi memikirkan efek, dampak dari cerita. Bukan melulu keelokan momen dan gambar.

Namun, gagasan besar atau cerita-cerita yang memikat tidak selalu bersumber dari tempat yang jauh dan ‘fotojenik’. Cerita sehari-hari di sekitar kita, adalah modal untuk memulai proyek pribadi.

Sudut pandang baru, gambar yang emosional dan memikat, serta cerita anak-anak yang terpaksa bekerja dalam bingkai budaya adalah isu besar dan penting bagi masyarakat dunia. Maka, gagasan cerita yang ditawarkan dalam ‘Riders of Destiny’ segara bersambut dengan kepentingan media yang melihat potensi ‘nilai berita’ yang tinggi di dalamnya. Unsur penting menjadi nilai utama dari cerita ‘Riders of Destiny’.

Orang ingin diberitahu hal-hal yang penting, yang berpengaruh besar pada orang banyak dan bisa mengubah hidup mereka. Cerita-cerita politik dan ekonomi cenderung dianggap penting karena, paling tidak secara teoritis, hal-hal tersebut mempengaruhi orang banyak. Akan tetapi informasi tentang lingkungan, kesehatan, pekerjaan, pangan, transportasi, pendidikan dan budaya juga penting bagi banyak orang.

Namun, gagasan besar atau cerita-cerita yang memikat tidak selalu bersumber dari tempat yang jauh dan ‘fotojenik’. Cerita sehari-hari di sekitar kita, adalah modal untuk memulai proyek pribadi. Ketahui kembali apa saja cerita-cerita di sekitar rumah, sekolah, kantor, stasiun, terminal,taman kota,pasar tradisional bahkan mall. Jangan-jangan ada cerita menarik yang luput oleh fotografer kebanyakan.

Dari seri foto bayi oleh Debi Setiawan , ibu rumah tangga di Bontang, Kalimantan Timur.

Contoh selanjutnya adalah cerita yang dibuat di rumah saja oleh Debi Septiani, ibu rumah tangga yang tinggal di Bontang, Kalimantan Timur. Sarjana komunikasi ini menyulap kamar tamunya untuk memotret balitanya dan bayi tetangganya dengan berbagai tema. Maka jadilah seri potret balita yang cukup menarik.

Tidak terlalu penting memang gagasan Debi, namun setidaknya gagasannya memiliki sudut pandang baru, menarik dan relevan dengan lingkungannya. Menarik bisa berarti menghibur, tidak lazim atau menyentuh. Sebagai manusia, kita tertarik pada konflik, drama dan emosi. Kita tertarik pada kehidupan orang-orang cerdas dan berhasil ; tentara jagoan atau pahlawan olah raga. Kita tertarik pada orang-orang jahat. Kita tertarik pada orang-orang seperti diri kita, juga pada mereka yang berbeda. Kita senang untuk dihibur. Maka apa yang disebut cerita yang menarik secara manusiawi adalah – apapun yang menarik atau menghibur.

Tentang relevan, cerita/ berita adalah hal yang penting atau menarik bagi pembaca tertentu. Cerita adalah sesuatu yang langsung berpengaruh pada mereka atau orang-orang yang dekat dengan mereka atau orang yang mereka kenal. Gagasan cerita Debi relevan dengan pembacanya ; ibu rumah tangga, keluarga muda dengan bayi, bahkan dengan penggemar fotografi studio.

Selanjutnya, mampukah kita membuat gagasan cerita dari radius beberapa kilometer dari tempat tinggal, bahkan dari dalam rumah atau kebun belakang rumah ? Mengapa tidak, karena banyak jalan menuju cerita.

Namun jangan lupa, pastikan cerita anda baru dan penting, atau setidaknya menarik dan relevan dengan calon pemirsa. Maka, ketahui unsur-unsur kelayakan cerita sebelum menekan tombol kamera.

oleh : Mamuk Ismuntoro

*Bibliografi : World Press Photo Seminar